Berani Mimpi (Dare to Dream)


Alkisah dalam sebuah sekolah di sebuah desa kecil, ada seorang ibu guru yang mengajar di suatu kelas dengan murid yang sedikit, dikarenakan anak-anak di desa itu lebih banyak membantu orangtuanya di rumah.

Suatu hari bu guru memberikan tugas kepada murid-muridnya,

“Tolong kalian tuliskan pada secarik kertas cita-cita kalian, besok dikumpulkan yah”.

Demikian suara dari sang ibu guru.

Keesokan hari tugas murid-murid dikumpulkan, dan ibu guru meminta anak-anaknya untuk membacakan didepan kelas. Ada yang mau menjadi insinyur, dokter, pilot dll. Sampai tiba giliran seorang anak dengan pakaian yang lusuh dan kurus membacakan apa yang ditulisnya di kertas.

“Saya ingin mempunyai rumah dengan taman yang luas, disertai dengan bunga-bunga yang indah beserta pohon-pohon yang rindang di atas pegunungan yang tinggi dengan pemandangan yang indah”.

Kemudian kelas menjadi gaduh karena tertawa disebabkan mendengarkan cerita anak itu.

Ibu guru merasa anak itulah yang membuat gaduh kelas,

“Nak, yang kamu tulis bukan cita-cita.. tapi itu adalah impian kamu dan kamu tidak akan bisa memenuhinya karena tidak mungkin”. Demikian suara lantang dari ibu guru.

Tapi si anak tetap bersikeras kalau itu adalah cita-citanya. Ibu guru meminta anak itu untuk mengubah yang ditulis di kertas dan dibawa esok hari.

Keesokan hari si anak kecil itu tetap dan tidak melakukan apa yang diminta ibu guru. Karena bersikeras kalau yang ditulis olehnya adalah cita-citanya, sehingga anak kecil itu mendapat nilai jelek dari bu guru.

Waktu terus berlalu, 30 tahun kemudian ibu guru masih mengajar di sekolah tersebut dan membawa murid-muridnya berkunjung ke suatu taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah. Sang ibu guru terkagum-kagum kepada taman tersebut dan berkata kepada penjaga taman,

“Pasti yang membuat taman ini adalah orang yang hebat”.

Kemudian muncul suara dari penjaga taman kalau yang lebih hebat lagi adalah guru yang mengajar anak kecil ini.

Ketika bertemu dengan pemilik rumah, bu guru begitu kaget ternyata itu adalah anak kecil yang dulu di jelek-jelekkan karena tidak mungkin untuk mencapai cita-citanya.

Pesan moral dari cerita ini:

Kadangkala kita tidak sadar dengan karya-karya yang telah kita buat, kita sering merasa gagal ketika orang sekitar kita berkata sebaliknya dengan yang kita harap. Ketika kita punya impian kita harus tetap fokus terhadap yang kita harapkan, dengan kerja keras dan percaya diri kita dapat menaklukan ketakutan kita. Tentunya kita harus punya mental untuk gagal tapi kita tetap harus jadi pemenang bagi diri kita sendiri, karena kegagalan adalah awal sukses bagi kita. Jadi kita jangan takut untuk punya impian karena impian itu adalah kenyataan kita, bukan mimpi kita.

Advertisements

2 Responses

  1. Hello All,,

    We give you Inspirational desktop wallpapers for your computer. These magnificient images complemented with thought provoking inspirational quotes will add a touch of delight on your desktop.

    Just visit our blog in http://www.inspiringdesktop.blogspot.com.

    Thank you.

    Regards:
    Inspiring Desktop Team
    ——————————–
    when pictures can tells a inspiration

    ** Best wishes for who’s have this blog.

  2. Thanks for your information.

Comments are closed.

%d bloggers like this: